Di antara nama-nama Allah Yang Husna yang shahih diriwayatkan dari
sunnah nabawiyah adalah Asy-Syafi. Yang artinya Maha Penyembuh. Dalam
Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiallahu ‘anha ia
menceritakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan
kepada keluarganya dan mengusapkan dengan tangan kanannya sebuah doa:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, مذْهِبِ الْبَأْس, اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
“ Ya Allah, Rabb manusia Yang Menghilangkan kesusahan, berilah
kesembuhan, Engkaulah Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada yang mampu
menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit
lain” (HR Bukhari 541).
Makna Asy-Syafi adalah yang darinyalah kesembuhan. Mengobati hati
dari syubhat, keragu-raguan, hasad, dengki, dan penyakit-penyakit hati
yang lain. Juga mengobati dari penyakit badan dan memberikan kesembuhan.
Semua itu tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah. Tidak ada
kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Nya. Tidak ada yang menyembuhkan
kecuali Dia. Sebagaimana kata Nabi Ibrahim:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” [Quran Asy-Syu’ara:80].
Maksudnya, dialah yang esa, satu-satunya yang menyembuhkan. Tidak ada
sekutu baginya dalam permasalahan ini. Oleh karena itu, wajib bagi
setiap muslim untuk memiliki akidah yang kokoh dalam permasalahan ini.
Bahwasanya tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah. Dan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan dalam doa tersebut:
لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ
“Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali Engkau.”
Dengan demikian, cara terbaik untuk memohon kesembuhan kepada Allah
adalah dengan bertawasul kepada-Nya dengan keesaan perbuatan-Nya dalam
meberi kesembuhan. Mantab dalam hati dan lisan kita saat berdoa bahwa
tidak ada kesembuhan kecuali atas izinnya. Karena semua perkara ada di
tangan-Nya. Dan makhluk ciptaan ini adalah ciptaan-Nya. Semua yang
terjadi ini atas perbuatan dan pengaturan-Nya. Apa yang Dia kehendaki
pasti terjadi dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Dan
tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.
Ayyuhal mukminun,
Ucapan beliau:
مذْهِبِ الْبَأْس
Yaitu yang menghilangkan sakit dan kesusahan. Merupakan bentuk
tawassul kepadanya dengan keesaan-Nya dalam menyembuhkan. Tidak mungkin
kesusahan dan rasa sakit hilang dari seseorang kecuali atas izin dan
kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kemudian ucapan beliau:
اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي
“Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan.”
Kalimat ini merupakan permintaan kepada Allah agar diberi kesembuhan.
Hilangnya sakit dan keselamatan. Bertawassul dengan namanya yang agung.
Nama yang menunjukkan bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dalam
penyembuhan. Dan kesembuhan itu berada di tangan-Nya.
Selanjutnya ucapan beliau:
لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ
“Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu.”
Dalam kalimat ini terdapat penekanan akan akidah ini. Memberikan efek
mendalam pada keimanan. Menetapkan bahwa kesembuhan itu tidak akan
terjadi kecuali dari Allah. Dan apabila obat dan pengobatan tidak
mendapatkan izin dari Allah, tidak akan terjadi kesembuhan. Obat dan
pengobatan itu tidak akan bermanfaat.
Kemudian ucapan beliau:
شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمً
“kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”
Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit atau berganti dengan penyakit lain.